Karl Marx tentang komunisme.

      Masyarakat komunis atau sistem komunis adalah jenis masyarakat dan sistem ekonomi yang diperkirakan akan muncul dari kemajuan teknologi dalam hal tenaga-tenaga produktif. Masyarakat komunis memiliki ciri khas berupa kepemilikan bersama alat produksi dengan akses bebas terhadap barang jadi dan masyarakat tersebut.

Marx sering menulis seakan-akan perubahan-perubahan dalam cara produksi tidak terelakkan, seperti di dalam kutipan tentang gilingan-tangan yang menghasilkan feodalisme dan gilingan-uap menghasilkan kapitalisme.
  Karl Marx percaya dalam kapitalisme, terjadi keterasingan(alienasi) manusia dari dirinya sendiri. Kekayaan pribadi dan pasar menurutnya tidak memberikan nilai dan  arti pada semua mereka yang rasakan sehingga manusia dan manusia dari diri mereka sendiri. Hasil keberadaan pasar, khususnya pasar tenaga kerja menjauhkan kemampuan manusia untuk memperoleh kebahagiaan sejati, karena dia menjauhkan cinta dan persahabatan. Dia berpendapat bahwa dalam ekonomi klasik, menerima pasar tanpa memperhatikan kekayaan pribadi, dan pengaruh keberadaan pasar pada manusia. Sehingga sangat penting untuk mengetahui hubungan antara kekayaan pribadi,ketamakan,pemisahan buruh, modal dan kekayaan tanah, antara pertukaran dengan kompetisi, nilai dan evaluasi manusia, monopoli dan kompetisi. Fokus kritiknya terhadap ekonomi klasik adalah ia tidak mempertimbangkan kekuatan produksi akan meruntuhkan hubungan produksi.

Karl Marx beserta teman dekatnya, yakni Friedrich Engles (1820-1895) menuliskan sebuah buku "Das Kapital" yang isinya tentang kurang lebih bagaimana ekonomi sosial atau komunis diorganisasikan. Yang kemudian disusul buku The Communist Manifesto (1848) yang berisikan daftar singkat karakter ilmiah komunis. Dimana suprastruktur yang berfungsi untuk menjaga relasi produksi yang dipengaruhi oleh historis (seni, literatur, musik, filsafat, hukum ,agama, dan bentuk budaya lain yang diterima oleh masyarakat ). Prinsip-prinsip komunis dalam bukunya tersebut antara lain :
1. Penghapusan kekayaan tanah dan menerapkan sewa tanah bagi tujuan-tujuan publik.
2. Pengenaan pajak pendapat (tax income) yang bertingkat.
3. Penghapusan seluruh hak-hak warisan.
4. Penarikan kekayaan seluruh emigran dan para penjahat atau pemberontak.
5. Sentralisasi kredit pada negara melalui bank nasional atau dengan modal negara dan monopoli yang bersifat eksklusif.
6. Sentralisasi alat-alat komunikasi, dan transportasi di tangan negara.
7. Perluasan pabrik dan alat-alat produksi yang dimiliki oleh negara, menggarap tanah yang tanah, dan meningkatkan guna tanah yang sesuai dengan perencanaan umum.

Era ketika tulisan Marx penuh dengan pembicaraan mengenai revolusi dan bentuk-bentuk masyarakat yang baru-komunisme,sosialisme,anarki,dan banyak lagi hal yang kini sudah dilupakan. Para pemimpin politis karismatik tampak pada tahap historis dan memicu paa audiens dengan pidato-pidato mereka. Akan tetapi, Marx secara intelektual menentang untuk melukiskan visi-visi utopia masa depan. Bagi Marx, tugas yang paling penting adalah analisis kritis terhadap masyarakat kapitalis kontemporer. Dia percaya bahwa kritik semacam itu akan membantu menghancurkan kapitalisme dan mengubah kondisi-kondisi yang akan memunculkan suatu dunia sosialis yang baru. Akan ada waktu untuk membangun masyarakat komunis ketika kapitalisme sudah diatasi. Akan tetapi, pada umumnya Marx percaya bahwa komunisme akan meliputi pengambilan keputusan tentang apa yang akan dihasilkan yang menjauhi ekonomi yang dibendakan yang dijalankan untuk kepentingan segelintir kapitalis dan menggantikannya dengan jenis keputusan sosial yang akan mengizinkan diperhitungkannya kebutuhan-kebutuhan orang banyak.

     Ritzer, George. 2012. Teori Sosiologi Dari Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Terakhir Postmodern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
     https://www.kompasiana.com/ade_henry/54ffc0f4a33311576350fd38/karl-marx-dengan-segala-pemikirannya

Komentar

Posting Komentar